Hoppipolla

Living a life like a kid but not childish. Like a kid who believes everything will be alright but not reckless. Act with your heart but don’t forget to bring your brain with you. And vice versa.

Hoppipolla means “jumping into puddles” in Icelandic. The lyrics describe an atmosphere, a memory or something, like being a kid jumping into puddles, falling down and getting a nosebleed, getting back up. It doesn’t really matter when you’re a kid.

Hoppipolla ~ Sigur Ros.
Lagu untuk kamu. Lagu tentang kamu. Lagu nada dering khusus kamu.

***

Karena semua perasaan layak dibalas. Karena semua manusia layak dihargai hatinya.
Untuk apa Amygdala? Dia selalu berpikiran dia jahat. Itu jadi karakter dia sekarang. Untuk apa Amygdala? Why are you doing this for him?
Karena dia layak diberi kesempatan. Untuk diingatkan jadi lebih baik. Karena dia mau berusaha untuk jadi lebih baik.

And so I jump. For you.

Lihat Amygdala? Ego-nya menguasai dia. Selalu dan selalu seperti ini.
But, he deserves one more chance. He needs more time.
Mau sampai kapan Amygdala? Bukan kamu yang memiliki waktu. Kamu tidak berhak mengatur waktu siapapun kecuali kamu sendiri.
Setiap pertanyaan dan perasaan layak dibalas. Dia tanpa terkecuali.

I fall.

Perasaanku kuat. Sangat kuat. Tapi aku bukan hidup dikuasai perasaan. I have my logic and my faith. I have to pursue what I need not what I want. Dan terkadang jawaban doa memang bukan selalu apa yang ingin kita dengar. Tapi jawaban itu selalu diberikan tepat waktu, dan aku harus peka. Kesedihan hanya sementara. Kekecewaan berakar dari ekspektasi. Bunuh ekspektasi. Bunuh perasaan. Jangan diri yang pergi, karena dulu janji dan dituntut untuk tetap berteman walau tidak berbalas perasaan. Tapi? Ternyata……? Terlalu mudah mulut bicara kan?

And I got a nosebleed.

Aku berteriak dalam diam. Aku mengamati. 2 tahun lalu, dia bilang padaku, aku harus jadi pengamat yang baik dalam situasi apapun. Maka aku mengamatinya, aku sadar dia berubah. Tapi dia tidak sadar…. Dia tidak peka…. Dia curangi dirinya sendiri. Kata-katanya tidak selaras dengan perbuatannya. Dan aku tidak diberi kesempatan untuk mengingatkan. Aku tidak boleh bicara. Tidak ada yang salah. Semua benar katanya, kata Ego-nya.

Lantas, ada apa di depan sana?

Ada aku.

And so I get back up again.
Moving on with the fact that the man I once loved and jumped for was not there anymore. And what now is now.

There comes a time when you have to stop crossing oceans for people who won’t jump puddles for you.

I crossed the oceans. I did my extra mile. And still, after all this time, in your insecurity, in your hesitation, I found my answer…

 

***

Do you know how much I love you, B?
I love you but I have to love myself more.
I love you and you need to love yourself more.
Please carry the love, to inspire you to be better and to be great.

To infinity and beyond.

***

 

This one goes to him who called himself my best friend/lover and yet the one who gets away. I don’t know what the future holds. I pray you will be better with or without me. I hope one day we get to see the same way again and talk about it until our belly hurts because of the laugh. Suatu hari, semoga kita bisa ikhlas dan sama-sama bisa menjadi teman yang baik untuk yang lain. Aku belajar banyak sekali tahun 2014 ini. Aku harap kamu juga begitu. Selamat menempuh 2015. I face my demons, yeah I paid my dues. I had to grow up, I wish you could too. Au revoir, RB.

 

Love,

Kiddo

 

– i –

Tanjung Lesung
31/12/2014 ~ an hour to midnight

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s