A Poke To The Heart

You don’t have a heart

I do have it.

Well you have it……….for yourself

(silence)

You should have heart for others. A big one.,

——————————————————————-

“Gila lo!” adalah dua kata sederhana yang bisa menimbulkan efek tidak sederhana bila diucapkan oleh mereka yang berbeda. Sebut saja Tukang Becak, Orang Gila dan Keluarga. Dibedakan atas dasar apa? You name it. Kepedulian. Kontribusi dalam hidup. Prioritas.

Tukang Becak : “Gila lo!” Bodo amat. Who cares.

Orang Gila : “Gila lo!” Seriously? You? Telling me that I’m the crazy one here? Hahaha.

Keluarga : “Gila lo!” Whoa, what happened? What went wrong?

 

Dua kata sederhana dengan efek yang tidak sederhana.

Kenapa “Bodo amat. Who cares.”, karena Tukang Becak adalah orang asing yang kebetulan papasan di jalan. A stranger with whom I share the same shits; sengatan sinar matahari yang tidak masuk akal, jalan yang amburadul dan pengguna jalan yang berkendara seenak udel. He got his own problems and I got mine. Let us be in peace by solving the problem by ourselves. Salam damai, semoga sukses.

Kenapa “Hahaha, seriously? You? Telling me that I’m the crazy one here?”, karena Orang Gila adalah ya…. orang gila. Orang asing yang kebetulan isi pikirannya melenceng dari normal dengan derajat deviasi yang variatif dan tidak bisa dibagi bahkan dipahami orang lain. He’s sick. He needs help. And I have the opportunity to help him since I learned about mental issues in medical school. He’s sick, he needs help, I could help. Salam damai, semoga cepat sembuh.

Kenapa “Whoa, what happened? What went wrong?”, karena Keluarga adalah mereka yang bukan orang asing dan bukan kebetulan berada di dalam hidup ini. Karena kalau ada yang rusak, harus diperbaiki. Karena kalau ada yang salah, harus diperbaiki. Because they’ve been here before, they’re here now and they always gonna be here. Karena mereka punya tahta utama di skala prioritas. Karena punya rekor tersendiri dalam kontribusi hidup. Let’s work things out, because we care about each other. Salam damai, semoga keadaan menjadi lebih baik untuk semuanya.

 

Pertanyaannya, dia masuk kategori yang mana?

Dan kemudian percakapan telepon seluler berhenti, saat seorang sahabat mengingatkan “You should have a heart for others, a big one..”

 

Lalu lewat tengah malam dan analisa ini pun muncul..

Rasanya kurang pantas membedakan cara berperilaku terhadap orang lain dalam satu kategori saja.

Semua fluktuatif. Semua relatif.

Mungkin kemarin dia adalah Tukang Becak, hari ini dia adalah Orang Gila dan besok dia adalah Keluarga. Dan mungkin keadaan ini tidak terjadi secara siklik dan dia bisa menempati posisi kategori mana saja, kapan saja.

Maybe I wasn’t care before, maybe I should start to pay attention to figure out how to help and maybe tomorrow we’ll work things out together towards a better condition.

 

Kalau air saja bisa berubah padat dan bisa berubah jadi gas sewaktu-waktu, apalagi perasaan manusia kan?

Because we are all born with a heart. So, we should learn how to use one.

 

Jadi, jawabannya, dia bukan ketiganya dan dia adalah ketiganya.

 

Pesanku untuk dia : Salam damai, semoga sukses, semoga cepat sembuh dan semoga keadaan menjadi lebih baik. 🙂

 

– i –

———————————————————————-

I do have a heart, RB. A heart for others. Eventhough sometimes it doesn’t beat rythmically normal and having serial fibrillation, but it’s alive and it’s pumping oxygen to my sanity. It does exists, I’ll prove it. I’m willing to try. Thanks anyway, for the poke(s), I need it. You be good, out there. Mental hugs.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s