Diskusi sederhana tentang “sederhana”

Aku adalah orang tidak percaya dengan kebetulan. Dan diskusi  dengan seorang teman baik di hari itu, bukan sebuah kebetulan. Itu memang harus terjadi. Untuk tujuan yang kemudian aku sadari.

“Apa yang lo mau di hidup lo?”

“Gw mau bahagia.”

“Itu yang lo temukan di dia?”

“Dia salah satu yang bisa bikin bahagia.”

“Hmm. Gw mau yang bisa ngerti gw. Gw mau yang pemikirannya bisa memahami pemikiran gw dengan atau tanpa gw bilang…”

“Itu bikin lo bahagia?”

“Iya.. Rumit memang. Tapi, ya inilah gw..”

“Apapun itu, percaya sama gw, pada akhirnya kita akan kembali kepada orang yang berpikir dengan sederhana.”

“Itu yang lo temukan di dia?”

“Iya.. karena dia bertindak atas alasan supaya gw bahagia. Sederhana. Lo gimana?”

Sepersekian detik setelah teman baikku bertanya itu, aku tidak bisa menghentikan arus pikir ini. Tentang definisi sederhana, yang merupakan sebuah sifat. Berbeda dengan ‘kesederhanaan’ yang merupakan sebuah kata benda, objek. Teman baikku ini salah satu orang yang prinsipnya orisinil. Dia hanya ingin bahagia dan dia percaya bahagia adalah alasan bertahan hidup. Walaupun bahagia tidak selalu diukur dengan senyuman dan tertawa. Sederhana untuknya adalah bahagia. Dan akhirnya dia menemukan seseorang yang membuat dia bahagia dengan sederhana.

Lalu aku bertanya pada diriku, apa itu sederhana?

Mungkin seperti begini. Ada dua orang, bersama-sama melihat sesuatu objek di langit. Lalu bertanya itu apa. Yang pertama berpendapat, itu adalah fenomena alam berupa lengkungan yang tersusun dari 7 warna dalam urutan yang pasti. Lalu yang kedua menjawab ah, sederhana saja itu adalah Pelangi. Tapi keduanya sama-sama benar. Karena definisi pelangi memang sebuah fenomena alam yang berupa lengkungan yang tersusun dari 7 warna dalam urutan yang pasti. Namun definisi “pelangi” lebih sederhana.

Mungkin, sederhana adalah sebuah sifat yang merupakan kesatuan beberapa hal yang rinci. Kumpulkan hal-hal detail jadikan satu kesatuan yang membentuk identitas, maka itu akan bersifat sederhana. Begitu juga dengan kebalikannya, jabarkanlah sesuatu yang sederhana, dan akan terlihat detailnya.

Mungkin aku orang yang seperti itu. Aku suka jenis musik folk dengan ambient dan suara sintesis elektronik dan aku ingin seseorang yang bisa menikmatinya bersama-sama. Aku suka sejarah dan membaca dan aku ingin seseorang yang daftar buku koleksinya banyak yang belum aku baca. Aku suka makan dan aku ingin menikmati makanan bersama dia (kecuali daging merah, karena saat ini aku pescovegetarian). Intinya memang masing-masing sifat ini detail dan rumit, sama seperti masing-masing warna dari spektrum itu. Tapi ini adalah identitas aku, bagian dan warna-warna yang menyusun aku. Inilah aku. Kesimpulan sederhana. This is me.

Lalu pertanyaannya aku jawab,

“Gue berharap seseorang yang menyayangi gw apa adanya. Someone that loves me because I am being me. Someone that loves me for who I am, for every detail of me in which complicated, but he can see through all those details and loves me because I am being myself. As simple as that. Seseorang yang bisa menyayangi gw dengan sederhana, tanpa syarat…”

“Lo sudah ketemu orangnya?”

“Belum, tapi gw mungkin sudah merasakan sesuatu seperti itu ke seseorang..”

“Sepertinya apa rasanya?”

“Gak tau… Gak bisa dijelaskan..”

“Disaat lo gak bisa menjelaskan perasaan yang lo punya, itulah cinta, Ndah. Sederhana kan?”

Lalu kami diam, dalam senyum.

Aku adalah orang tidak percaya dengan kebetulan. Dan diskusi  dengan seorang teman baik di hari itu, bukan sebuah kebetulan. Itu memang harus terjadi. Untuk tujuan yang kemudian aku sadari, kalau perasaanku ini sederhana….

 

 

– i –

 

This piece is dedicated for a good friend, Mr.ATMM that finally found the one, I wish him happiness and he deserves to be happy. I will always remember the day when he smirked through his eyes to me telling that I am probably in love.

And I don’t know for sure.

Am I?

But even if it’s not love, it feels a lot like it.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s