Kata Dia Aku Hidup Dalam Gelembung..

“Kamu seperti hidup dalam gelembung”

Itu yang dia bilang, jelas saat itu. 5 kata definisi segalanya, kesimpulan pengertiannya setelah menikmati mengawasi hidupku yang seperti pesakitan menari-nari selama ini. Berdamai dengan kepercayaan sederhana kalau dia memang hanya ingin aku bahagia. Karena sebagaimana detailnya aku jelaskan apa yang aku lihat, tetap saja, pandangan kami berbeda warna. Dan diakhiri kesimpulan sederhana kami hanya ingin yang lain sama-sama bahagia.

Ya. Memang aku hidup dalam gelembung. Melihat segalanya, merekam segalanya, memproses segalanya. Memang benar kata dia, aku seperti menari dengan musik yang aku dengar sendiri. Seperti halusinasi dan ini akan menggerogotiku semakin hari.

“Kamu yakin kamu bahagia dengan ini?”

Kalau saja aku yakin, aku tidak akan menulis ini sekarang. Aku bertanya dan mencari jawaban lagi. Mungkin saja aku akan jatuh, seperti episode yang sudah-sudah. Mungkin saja aku akan bertahan seperti sudah mati rasa. Mungkin saja tidak keduanya. Dia tidak bilang aku buta, tapi dia pesan aku harus lebih peka agar aku lebih lega.

Dia memang menjaga, menegur di muka, meneriaki di sela air mata, hanya karena kesimpulan sederhana, kami saling menyayangi dengan cara masing-masing. Yang walaupun terkontaminasi asumsi dan opini dunia, kami pasti bisa saling menemukan lagi.

Dia itu tunggal. Dan dia itu jamak.

Yang selalu berada di sana.

 

“thank you for staying along the bumpy ride…”

 

7 Oktober 2011. 3.47pm

-i-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s