Batas Nalar

ada yang bilang pikiran manusia itu tidak berbatas.
begitu luas dan dalam.
unik, identik, dan hanya dimengerti oleh si pemilik.

mungkin sama halnya seperti langit.
mereka bilang tidak berbatas.
tapi, menurutku ada. jelas dan nyata.
dimana tepatnya?
susuri saja langit itu.
di koordinat yang tepat, langit memang berbatas.

lakukan persamaan linearnya.
tidak begitu sulit.

aku sudah menyusuri pikiranku.
dangkal hingga dalam.
menanyakan “kenapa” dalam segala hal.
menanyakan sebab, menyatakan akibat.

dan, ya. aku menemukannya.
di saat tidak ada jawaban untuk pertanyaan “kenapa”.
di saat tidak ada sebab dan akibat.

itulah batasnya. batas pikiran.

maka aku melangkah ke luar batas pikiranku.
dan sesuatu kudapati disana.
sebuah rahasia : iman.

aku tidak lagi menanyakan “kenapa” dan “mengapa”.
hanya menikmati arus keajaiban atas sesuatu yang lebih besar dari pikiran.
aku tidak lagi memperdebatkan hal-hal yang irasional.
tapi aku percaya kebenarannya.

aku beriman karena aku percaya, bukan karena melihat.
as pure as that.

and i cherish this : pikiranku yang berbatas, adalah bukti nyata, aku manusia.

– i –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s